• Home
  • Abous Us
  • Bursa Info
  • Bursa Event
  • Bursa Product
  • Bursa Opini
  • Contact Us
Register

Jika anda belum terdaftar, silahkan klik di sini untuk mendaftar menjadi member

Live Chat

Silahkan klik untuk chat langsung dengan kami.
Harap sabar menunggu giliran dijawab.
Online Contact
Offline
YM ID: bursnet

Member
  • Promosi Bursa Product
  • Terms of Service
  • Saran untuk member
Terbaru
  • 5 Modus Perampasan Mobil di Jalan Tol yang Wajib Diwaspadai
  • Wine Sehatkan Jantung
  • Review: Rumah Jamur
  • Lampu LED floodlight outdoor
  • Coffee Maker murah dan menghasilkan kopi enak & nikmat
Bursa Info
  • Umum
  • Hoax atau Berita Bohong
  • Bursa Resto
  • Bursa Resep
  • Tip Praktis
  • Comtronic Corner
  • Kesehatan
  • Inspirational
  • Bermain Sains





Forgot login?
Register

Kekuatan Tanpa-Kekerasan

postdateiconSenin, 04 April 2005 07:00 | PDF | Cetak | Surel
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Inspirational

Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K. Gandhi untuk Tanpa-Kekerasan.

Pada tanggal 9 Juni ia memberikan ceramah di Universitas Puerto Rico dan bercerita bagaimana memberikan contoh tanpa-kekerasan yang dapat diterapkan di sebuah keluarga.

Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama di orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan.

Kami tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga.

Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.

Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.

Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama."

Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 5:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya.

Saat itu sudah hampir pukul 6:00. Dengan gelisah ayah menanyai saya, "Kenapa kau terlambat?"
Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu."

Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu.

Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik."

Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah.

Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan yang bodoh yang saya lakukan.

Sejak itu saja tidak pernah akan berbohong lagi.

Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa-kekerasan?

Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi.

Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa-kekerasan."

(diadaptasi dari "The Power Of Nonviolence", copyright Dr. Arun Gandhi)


 

Add comment


  1. Dilarang berdagang atau beriklan di kolom komentar ini. Silahkan masukkan iklan anda di Bursa Product (http://www.bursainternet.com/bursa-product), untuk cara beriklan gratis di Bursa Internet ini, silahkan lihat Promosi Bursa Product (http://www.bursainternet.com/promosi-bursa-product)

  2. Untuk non-member Bursa Internet, komentar akan dimoderasi, jadi harap sabar menunggu hasil moderasi

  3. Bursa Internet tidak wajib untuk menjawab pertanyaan yang dilayangkan lewat kolom komentar ini


Security code
Refresh

Send
Cancel
JComments

Bursa Product

Lampu LED floodlight outdoor

Selengkapnya...

Artikel2 lain

  • Menu: Red Bean - Kelapa Gading Mall 3
  • Efek Air Terjun
  • Peta Makanan di Jakarta - Sate
  • Peta Makanan di Jakarta - Steak
  • Peta Makanan di Jakarta - Sop & Soto
  • "Anyway" of Mother Teresa
  • Review: H.E.M.A. Dutch Resto
  • Hari Libur Nasional 2007

Inspirational

  • Rasa Syukur
  • Tuhan...Beri aku waktu 1 jam saja...
  • Manusia Berdarah Langka Selamatkan Nyawa 2 Juta Bayi
  • Sang juara dunia donor darah menghimbau
  • Hantu film, cerminan masyarakat kita?

Terpopuler

  • Khasiat Jahe Merah
  • Memilih Layanan Internet
  • Patah Tulang Tak Mesti Dioperasi
  • Tips Memilih Camcorder
  • Telepon Gratis dengan Skype
  • Khasiat Apel
  • Crepes istimewa buatan sendiri
  • Harry Potter 7 - Cerita Asli dan Spoiler

Copyright © 2003-2011 Bursa Internet
All Rights Reserved.