|
Selamat Datang,
Tamu
|
Premium 88, Premium 90, Pertamax 92 - Bagaimana?
(1 mengamati) (1) Tamu
|
TOPIK: Premium 88, Premium 90, Pertamax 92 - Bagaimana?
Premium 88, Premium 90, Pertamax 92 - Bagaimana? 12 Des 2007 11:52 #82
|
Harga minyak dunia melonjak-lonjak, sehingga walau pun Indonesia merupakan negara penghasil minyak, tapi terpaksa menanggung rugi akibat subsidi BBM konsumsi dalam negeri.
Kerugian tersebut sebenarnya masih di area abu-abu, di mana masih banyak pihak yang mempertanyakan: \"Kok bisa rugi? Bukankah tinggal pakai minyak produksi Indonesia, jadi tidak perlu keluar uang subsidi melainkan untung berkurang?\" Sejumlah jawaban dilontarkan, tapi toh belum memuaskan publik. Mungkin kita tak perlu berpanjang, pokoknya - singkat cerita - pemerintah menanggung beban subsidi dan penggunaan premium diharapkan dikurangi sehingga nilai subsidi dapat berkurang pula. Belum lama ini, diluncurkan wacana peluncuran premium 90 dengan harapan agar sejumlah pengguna kendaraan pribadi mau meninggalkan premium bersubsidi penuh (premium 88) dan beralih ke premium bersubsidi sebagian (premium 90) Harga premium 90 sudah tentu lebih mahal daripada premium 88, walau pun \"tidak terlalu jauh\" Sejumlah strategi dirancang untuk mengarahkan, membujuk, menghimbau dan memaksa pengguna kendaraan pribadi yang katanya merupakan orang berkecukupan, agar mereka beralih ke premium 90. Tapi, apakah wacana tersebut akan berhasil? Apakah sudah ada kajian yang mendalam tentang apa yang akan dilaksanakan dalam rangka pengubahan bahan bakar tersebut? Mengingat masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang cerdik (baca: licin), maka apakah sudah dilakukan kajian mendalam tentang kemungkinan keberhasilan peluncuran produk tersebut? Jangan-jangan, peluncuran premium 90 ini cuma menjadi proyek asal jalan (baca: yang penting saya dapat komisi); Bukankah kita sudah mempunyai contoh proyek yang gagal yaitu penggantian BBM ke BBG? Kita semua berharap agar usaha pemerintah mengurangi subsidi BBM (termasuk peluncuran premium 90 ini) memang benar berhasil, tapi mungkin ada cara lain yang lebih mujarab? |
|
|
Re:Premium 88, Premium 90, Pertamax 92 - Bagaimana? 26 Des 2007 00:16 #91
|
Kenapa tidak ada yang menanggapi ya?
Bagaimana dengan penggunaan biofuel? Bagi yang belum tahu tentang biofuel, silahkan lihat di Biofuel - Apa? |
|
|
Re:Premium 88, Premium 90, Pertamax 92 - Bagaimana? 26 Des 2007 11:56 #92
|
Mustinya jangan pakai premium 90 melainkan pakai biofuel.
Banyak negara maju mau pun berkembang sudah mulai pakai biofuel yang dijual paling murah dibandingkan semua jenis bahan bakar lain. Untuk angkutan umum, biarkan mereka memilih antara biofuel atau BBG (Bahan Bakar Gas) Jadi hilangkan premium 88, ganti dengan biofuel dengan harga sama atau lebih tinggi, lalu tawarkan konversi ke bahan bakar gas untuk angkutan umum. |
|
|
Re:Premium 88, Premium 90, Pertamax 92 - Bagaimana? 29 Des 2007 08:50 #93
|
Setuju pak.
Sebenarnya, Indonesia mempunyai potensi yang besar sekali dalam bidang biofuel ini. Banyak negara yang \"ngiler\" dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat mendukung antara lain faktor kelembaban udara dan sinar matahari. Bahkan menurut analisa rekan saya di India (beliau seorang agronomist specialist di bidang biofuel), Indonesia mestinya bisa menjadi produsen biofuel terbesar di dunia dengan luas lahan yang besar, kelembaban udara yang tinggi (sehingga hampir tidak diperlukan pengairan, dengan demikian menghemat biaya produksi), sinar matahari sepanjang tahun. Semua itu mengarah ke biaya produksi yang rendah dan produktivitas yang tinggi. Sayang, potensi yang besar tersebut masih belum digarap dengan serius. |
|
|
Re:Premium 88, Premium 90, Pertamax 92 - Bagaimana 10 Okt 2008 06:35 #132
|
Sebagai seorang pengamat, saya melihat keinginan pemerintah dan pengusaha tidak sejalan, misalkan pabrikan mobil dan motor berlomba-lomba menyesuaikan produknya dengan premium (bensin bersubsidi) bukan dengan pertamax. Dan pemerintah tidak tegas dengan ulah pengusaha ini. Kalau mau serius yah, buat peraturan dong yang isinya hanya boleh kendaraann buatan pabrik hanya boleh minum pertamax. Atau menggunakan kartu akses BBM yang banyak diusulkan oleh kalangan akademis. Pemerintah khususnya Departemen Perhubungan memble aja.
Mungkin pengaruh politik dinomorsatukan baru pengaruh rakyat di nomor kesekian. He he he mungkin kali ini cuma opini kok |
|
|
|
Moderator: Bursa Internet
Waktu pembuatan halaman: 0.38 detik
Bursa Product
| Coffee Maker murah dan menghasilkan kopi enak & nikmat |
Jika anda adalah penggemar kopi, maka anda akan tahu pasti bahwa kopi yang paling enak sebenarnya adalah kopi tubruk. Sayangnya, membuat kopi tubruk cukup merepotkan karena perlu memasak air panas (lebih panas lebih baik), saringan (kalau anda tidak suka dengan kopi yang masih tercampur dengan bubuknya) dan menunggu kopi sampai larut. Solusi lain adalah menggunakan coffee maker, tapi mana ada coffee maker yang murah? Dengan coffee maker Italexpress, hanya dalam waktu 3-5 menit, anda bisa menikmati kopi sekualitas espresso dengan harga yang murah dan ekonomis. Karena:
|
| Selengkapnya... |
Copyright © 2003-2011 Bursa Internet
All Rights Reserved.
