Silahkan klik untuk chat langsung dengan kami.
Harap sabar menunggu giliran dijawab.
Warna-warna bayangan
| Bermain sains bersama Krampf |
Percobaan ini datang dari observasi saya ketika menyiapkan pertunjukan sains. Saya sedang di sebuah sekolah, yang mempunyai sebuah panggung (dalam banyak tempat, saya melakukannya di kafetaria, perpustakaan, dll) dan seseorang telah menyalakan sejumlah lampu berwarna bersama dengan lampu panggung biasa. Ketika saya sedang bersiap-siap, saya melihat sesuatu yang aneh pada bayangan. Untuk melihatnya sendiri, anda memerlukan:
- Sebuah ruangan yang gelap
- Sebuah lampu putih
- Sebuah lampu merah (warna yang lain juga bisa dipakai, tapi saya mendapati bahwa dengan lampu merah akan lebih mudah melihatnya)
Anda dapat membeli sebuah lampu merah yang murah di kebanyakan toko hardware, atau mungkin anda sudah memiliki beberapa lampu warna-warni di rumah sebagai dekorasi Natal atau hari raya lainnya. Usahakan untuk mendapat lampu putih dan berwarna dengan tingkat cahaya yang kurang lebih sama. Saya memakai lampu merah 40 watt dan lampu putih 100 watt, tapi saya tetap dapat menggunakannya dengan memakai tudung lampu sehingga lampu putih dapat diredupkan sedikit.
Pertama-tama, sorotkan cahaya lampu putih ke dinding yang putih. Taruh tangan anda di antara lampu dan dinding dan perhatikan dengan seksama bayangan yang terbentuk. Perhatikan bayangan pada saat anda menggerakka jari-jari anda. Lihat apakah anda dapat membuat bayangan yang menyerupai burung, buaya, atau dinosaurus favorit anda. Saya berhasil membuat bayangan yang tampak persis seperti tangan saya. Bayangan tersebut tampak normal, daerah gelap pada dinding yang putih.
Matikan lampu putih dan nyalakan lampu merah. Coba untuk membuat bayangan lagi. Hasilnya kurang lebih sama, kecuali bahwa dindingnya tampak merah, bukan putih seperti sebelumnya. Bayangan yang terbentuk tetap gelap.
Nah, sekarang mulai menarik. Atur kedua lampu pada jarak kira-kira 1 kaki (30cm) satu sama lainnya, kemudian nyalakan lampu-lampu tersebut. Dengan kedua lampu menyala, dinding akan tampak putih. Cahaya putih cenderung menutupi merah.
Letakkan tangan anda untuk membentuk bayangan lagi. Akan tampak dua bayangan sekarang. Satu bayangan berwarna merah dan satu lagi berwarna........ hijau?
Darimana datangnya warna hijau?
Well, bayangan itu sebenarnya tidak benar-benar hijau. Ia tampak hijau, tapi itu adalah akibat dari cahaya merah di sekelilingnya.
Kita sudah mencoba pada eksperimen yang lalu bahwa jika anda menatap pada obyek berwarna merah terang, dan kemudian mengalihkan pandangan anda, maka anda akan melihat bayang-bayang hijau. Sel-sel sensitif warna pada mata anda akan "kelelahan" setelah melihat warna merah, sehingga ketika anda mengalihkan pandangan, mereka akan lebih bereaksi pada warna-warna lain selain merah, menimbulkan bayang-bayang hijau.
Hal yang serupa terjadi pada bayangan. Jika anda fokus dengan cermat pada bayangan hijau tersebut dan mematikan lampu merah, anda ayang melihat bahwa ia tidak berubah warna, tapi bayangan tersebut tidak lagi terlihat hijau. Saya tahu bahwa hal ini terdengar agak kontradiksi, tapi jika anda mencobanya, maka anda akan melihat apa yang saya maksud. Walaupun mengetahui apa yang terjadi, saya harus menyalakan dan mematikan lampu beberapa kali untuk meyakinkan diri saya sendiri.
Anda sebaiknya mencoba dengan warna lain. Sebuah lampu merah akan menghasilkan bayangan berwarna merah.
Warna apa yang anda pikir akan didapat jika menggunakan lampu kuning? Ungu! Sungguh! Well, jika anda tidak percaya, anda bisa mencobanya sendiri.
Add comment
- Dilarang berdagang atau beriklan di kolom komentar ini. Silahkan masukkan iklan anda di Bursa Product (http://www.bursainternet.com/bursa-product), untuk cara beriklan gratis di Bursa Internet ini, silahkan lihat Promosi Bursa Product (http://www.bursainternet.com/promosi-bursa-product)
- Untuk non-member Bursa Internet, komentar akan dimoderasi, jadi harap sabar menunggu hasil moderasi
- Bursa Internet tidak wajib untuk menjawab pertanyaan yang dilayangkan lewat kolom komentar ini






Comments
RSS feed for comments to this post