Jum'at, 30 Juli 2010, 00:14:58 WIB

HomeBursa EventBursa ProductsBursa InfoBursa OpiniContact UsAbout Us
Home arrow Umum arrow Sumur resapan, solusi anti banjir?
Member
Cerita Silat
Profil Anda
Private Message (PM)
Daftar Member
Promosi Bursa Products
Kirim Artikel
Body Mass Index (BMI)
Games
Terms of Service
Saran untuk member
Artikel Terbaru
Populer
Sumur resapan, solusi anti banjir?
Rabu, 21 Maret 2007

Banjir yang melanda Jakarta 2 Pebruari 2007 lalu, kembali menyentak kesadaran masyarakat Jakarta akan rentannya Jakarta terhadap musibah banjir. Janji yang terucap oleh pejabat pada musibah banjir di tahun 2002 lalu, ternyata hanya sekedar janji karena nyatanya sampai saat ini Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia ternyata dapat tenggelam oleh hujan satu hari satu malam.

Sebagai warga terpelajar (Catatan penulis: Anda yang bisa mengakses internet diasumsikan bahwa anda cukup terpelajar, minimal tidak buta huruf kan?), apa yang dapat anda sumbangkan untuk memperbaiki keadaan?

Sebenarnya konsep sumur resapan sudah banyak dibicarakan sejak peristiwa banjir besar 2002, tapi entah kenapa kemudian menjadi melempem seperti kerupuk yang kena kuah soto.

Di bawah ini, kami menyajikan tumpukan informasi mengenai sumur resapan yang kami rangkum dari berbagai sumber, mudah-mudahan berguna untuk menstimulir ide penanganan banjir. Siapa tahu ada di antara pembaca artikel ini yang mau menjadi perintis pembuatan sumur resapan, minimal di daerahnya sendiri.


Tatkala musim hujan, manusia menjerit karena daerahnya kebanjiran. Tata kota, sistem drainase menjadi sasaran kesalahan. Sedangkan saat musim kemarau, tak sedikit di antara kita berteriak lantang mempermasalahkan kekeringan air. Masyarakat pun "menuduh" aparat pemerintah atau dinas terkait lainnya yang memang belum becus mengatur. Kurang ruang terbuka hijau, tak memperhatikan pembangunan kota. Bahkan orang pun sering menyalahkan pada alam.

Bila keadaan sudah demikian, janganlah kembali menyalahkan alam. Hujan dan kemarau adalah suatu kejadian alam yang sudah lazim terjadi sejak dulu. Pernahkan bertanya kepada diri, apakah kita juga turut bersalah?

Jakarta yang merupakan kota terpadat di Indonesia seringkali terjadi kesulitan air saat kemarau dan banjir saat musim hujan. Kondisi ini, membuat Pemda DKI pada akhir Agustus 2003 lalu, mewajibkan setiap bangunan untuk membuat sumur resapan air hujan. Sumur ini berfungsi untuk menampung air hujan sehingga diharapkan bisa mengurangi krisis air tanah yang semakin menipis, serta mengurangi banjir saat hujan.

Pembuatan sumur resapan sesungguhnya merupakan keharusan. Awalnya, pembuatan sumur resapan diatur oleh Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Nomor 17 Tahun 1992. Namun, karena banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya hampir tiap tahun terjadi, pada awal tahun 1996 SK itu diubah menjadi peraturan daerah (perda) dengan nomor tetap, yakni Perda No 17/1996. Isinya, kewajiban bagi semua warga membuat sumur resapan.

Sumur resapan adalah solusi termurah dan tercepat yang bisa direalisasikan. Soalnya, situ sebagai areal parkir alamiah air hujan tidak lagi banyak yang berfungsi. Untuk memfungsikannya, selain butuh biaya besar, juga untuk sebagian sudah tidak mungkin. Itu disebabkan situ sudah berubah menjadi areal permukiman atau pertanian.

Dua methode

Dalam sebuah simposium tentang pengelolaan air tanah di sekitar Gunung Merapi, Widodo Brontowiyono, peneliti sumur resapan pada Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Indonesia, mengemukakan bahwa metode menangkap air hujan ada dua.

Pertama, air hujan dikumpulkan dari atap bangunan, kemudian disalurkan menggunakan pipa ke sumur resapan. Kedua, air dikumpulkan tidak dari atap rumah, tetapi memanfaatkan saluran di permukaan tanah seperti sistem teras.

Pengumpulan air dari atap rumah memiliki keunggulan pada kualitas air, tetapi jumlahnya terbatas. Kualitas dan kuantitas air yang dikumpulkan dari atap dipengaruhi oleh jenis material dan kehalusan atap. Sedangkan pengumpulan air melalui saluran di permukaan tanah kualitas airnya kurang bagus, tetapi jumlahnya bisa lebih banyak.

Prof Dr Sudarmadji MEng, Kepala Bapedalda DIY yang juga pakar sumur resapan pada Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, menjelaskan, sumur resapan sangat efektif untuk meningkatkan serapan air tanah.

Sumur resapan berfungsi sebagai pengganti lahan terbuka di daerah tangkapan air yang telah dikonversi menjadi perumahan.

Pembuatan sumur resapan

Sumur resapan dapat dibuat dengan kedalaman hanya tiga meter dan dilapisi beton bis. Di dasar sumur diisi ijuk, kemudian ditimbun kerakal dan paling atas ditimbun tanah.

Permukaan sumur ditutup dengan beton cor bundar berdiameter sekitar 80 sentimeter yang dilubangi bagian tengahnya.

Ijuk, kerakal, dan tanah di dalam sumur resapan berfungsi meningkatkan kemampuan menyerap air dan meningkatkan kualitas air tanah. Air hujan yang masuk ke sumur resapan disaring oleh kerakal dan ijuk, baru diserap oleh tanah.

Sumur resapan sangat sederhana

Jika sumur resapan yang disebutkan di atas dirasa masih terlalu rumit, maka berikut adalah sumur resapan yang lebih sederhana.

Ukuran minimum diameter 0,8 meter, maksimum 1,4 meter. Ukuran pipa masuk 110 mm. Ukuran pipa pelimpah 110 mm. Ukuran kedalaman (1,5 s.d. 3m). Dinding dibuat dari pasangan bata atau batako dengan campuran spesi 1: 4 dibuat berlubang-lubang tanpa diplester.

Rongga sumur resapan diisi batu kosong 20/20 setebal 40 cm. Penutup sumur resapan dari plat beton tebal 10 cm, dengan campuran 1 semen, 2 pasir dan 3 kerikil. Kaveling tanah matang yang telah dipersiapkan sesuai dengan persyaratan pembakuan dalam penggunaan, penguasaan, pemilikan tanah dan rencana tata ruang lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian untuk membangun bangunan.


Sumber: pikiran-rakyat.com & kompas.com

Menulis komentar
  1. Pertanyaan yang ditujukan kepada Bursa Internet atau penulis artikel di atas, harap dikirimkan lewat Bursa Opini atau kirim lewat pm. Kami akan berusaha mencari jawabannya.
  2. Komentar atau saran yang ditujukan kepada Bursa Internet, harap dikirimkan lewat Contact Us.
  3. Harap menjaga agar isi komentar tetap relevan dengan artikel yang dikomentari; Komentar yang tidak ada hubungannya dengan artikel yang dikomentari, tidak akan ditayangkan.
  4. Iklan hendaknya dimasukkan ke Bursa Products. Silahkan lihat Promosi Bursa Products untuk mengetahui tata cara beriklan di Bursa Products
  5. Komentar yang bersifat serangan SARA atau terhadap pribadi, sama sekali tidak diperkenankan.
  6. Mari kita bersama menjadikan Bursa Internet ini sebuah web site untuk menjalin persahabatan dan bukan untuk membuat permusuhan.
  7. Kami kembali memberikan akses untuk umum, mudah-mudahan tidak ada yang menyalah-gunakannya.
Nama:
Title:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Code:* Code
Saya ingin dihubungi via email ketika ada komentar baru


Tambahkan sebagai favorit (70) | Kutip artikel ini di web site anda | Views: 3258

Komentar (2)
RSS comments
1. 23-11-2007 05:11
 
Abuded
oya satu lagi, bagaiman kalau dinding dalam sumur resapannya digunakan cincin sumur biasa. 
-Apa ada kekurangannya? 
-Apa kelebihan jika menggunakan bahan yang disebutkan seperti bacaan diatas?
http://-
Guest
 
Dedi Jufrizal, dedpar_85@yahoo.co.id
2. 23-11-2007 05:07
 
Abuded
-Bagaimana sih sebenarnya metodelogi perancangan sebuah sumur resapan itu. 
-Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam merancang sebuah sumur resapan
http://-
Guest
 
Dedi Jufrizal, dedpar_85@yahoo.co.id

 
< Prev   Next >

Top 20
We have 2 guests online
Bursa Info
Umum
Hoax atau Berita Bohong
Bursa Resto
Bursa Resep
Tip Praktis
Comtronic Corner
Kesehatan
Inspirational
Bermain Sains
 
© 2006 Bursa Internet
Powered by JANOKO.com
Best viewed in 1024x768 or more