|
Percobaan minggu ini datang dari cuaca buruk yang kami alami selama minggu ini. Di samping hujan, kami juga mengalami sejumlah petir yang indah. Saya menikmati petir. Saya mengamati pada tiap kesempatan yang ada. Ben Franklin juga sangat tertarik dengan petir, dan dia menemukan methode, yang sangat kreatif tapi juga berbahaya, untuk memberitahunya ketika tiba saat untuk mengamati petir. Kita akan melakukan hal yang serupa, tapi dengan cara yang sangat aman. Anda akan memerlukan: - 2 kaleng minuman ringan dari alumunium
- Sebuah penggaris dari kayu atau plastik sepanjang minimum 6 inchi (±15cm)
- Benang
- Alumunium foil
- Selotip
- Sebuah televisi
Ben Franklin menginginkan sebuah pemberitahuan ketika ada petir di dekatnya, jadi dia memasang tiang petir pada atap rumahnya dan menyambung dengan kabel sampai ke lonceng logam di laboratoriumnya. Di samping lonceng logam tersebut, ada lonceng logam lain dan di antara kedua lonceng tersebut ada sebuah tali kecil, di mana tergantung sebuah bola logam. Ketika tiang petir bermuatan listrik statis, lonceng tersebut akan terisi juga. Hal tersebut akan mengakibatkan bola logam bergerak maju mundur sehingga membunyikan lonceng-lonceng tersebut. Kita akan membuat lonceng yang akan berbuni ketika diberi muatan listrik statis. Letakkan kedua kaleng pada permukaan datar di depan televisi. Pada salah satu kaleng, bengkokkan penutup logamnya ke depan dan ke belakang beberapa kali sehingga penutup tersebut patah dan bisa disingkirkan. Simpan penutup tersebut. Atur kaleng-kaleng tersebut sehingga salah satunya berada dekat layar televisi dan yang lainnya berjarak sekitar 2 inchi (±5cm) Ikatkan benang pada penutup kaleng yang tadi anda patahkan. Letakkan penggaris di atas kedua kaleng tersebut, seolah-olah anda membentuk sebuah jembatan. Ikatkan benang tersebut ke penggaris tersebut sehingga penutup tersebut tergantung di antara kedua kaleng. Kaleng-kaleng tersebut akan menjadi loncengnya dan penutup tadi akan bergerak maju mundur menabrak kaleng-kaleng tersebut. Sekarang yang kita perlukan adalah listrik statis. Kita tidak akan menggunakan sesuatu yang berbahaya seperti petir. Kita akan menggunakan listrik statis dari layar televisi. Nyalakan televisi. Jika anda mendekatkan tangan anda dekat dengan televisi, maka mungkin anda bisa merasakan rambut di tangan anda berdiri. Hal tersebut adalah akibat listrik statis. Kita mau mengumpulkan cukup muatan statis ini untuk menggerakkan lonceng kita. Untuk mendapatkannya, matikan televisi. Potong alumunium foil kira-kira sebesar layar televisi. Gunakan selotip secukupnya untuk menempelkan alumunium foil tersebut sehingga menutupi seluruh layar televisi. Buat sebuah potongan memanjang dari alumunium foil dari gulungannya dan dengan selotip tempelkan satu ujungnya ke alumunium foil yang menempel di layar televisi. Tempelkan ujung lainnya ke kaleng yang paling dekat dengan layar televisi, rekatkan dengan selotip. Pastikan penutup tadi tetap tergantung di antara kedua kaleng sedemikian rupa sehingga hampir menyentuh kedua kaleng tersebut. Sekarang kita siap untuk mencobanya. JANGAN MENYENTUH KALENG TERSEBUT KETIKA ANDA MENYALAKAN ATAU MEMATIKAN TELEVISI. Hal tersebut sebenarnya tidak berbahaya, tapi anda akan mendapat sengatan listrik yang menyakitkan dan bisa jadi menakutkan anda. Nyalakan televisi. Penutup tadi akan bergerak menabrak kaleng-kaleng beberapa kalo. Ketika ia berhenti, matikan televisi dan penutup tersebut akan bergerak maju mundur lagi beberapa kali. Televisi anda menghasilkan gambar dengan menembakkan sejumlah elektron kepada titik-titik fosfor pada layar. Beberapa dari elektron ini akan keluar dari layar sebagai listrik statis. Foil mengumpulkan muatan ini dan menyalurkannya ke kaleng pertama. Hal tersebut menyebabkan kaleng bermuatan listrik negatif. Penutup logam pada saat itu dalam keadaan netral, tapi segera berubah ketika kaleng bermuatan negatif. Karena muatan sejenis akan saling menolak, maka kaleng yang bermuatan negatif tersebut akan mendorong elektron (muatan negatif) dari penutup tersebut menjauh dari kaleng pertama dengan demikian sisi penutup yang menghadap ke kaleng pertama menjadi bermuatan positif. Karena muatan yang berlawanan akan saling tarik menarik, maka penutup akan tertarik ke kaleng pertama. Segera setelah penutup menyentuh kaleng pertama, elektron akan mengalir ke penutup tersebut sehingga ia bermuatan negatif. Dan karena muatan yang sama akan saling mendorong, maka penutup akan terdorong menjauh. Ia akan menabrak kaleng lainnya, menyalurkan elektronnya yang berlebih sehingga kembali menjadi netral. Kemudian kejadian berulang seperti diceritakan di atas. Hal tersebut terus terjadi sampai muatan habis. Karena televisi anda mempunyai muatan yang paling kuat pada saat dihidupkan dan dimatikan, maka pada saat itulah anda akan melihat reaksi dari lonceng anda. Menggunakan sedikit listrik yang anda dapatkan dari layar televisi adalah aman, tapi akan sangat berbahaya kalau anda mencoba menggunakan petir. Setiap sambaran yang dekat terbukti bisa berakibat fatal. Franklin amat sangat beruntung karena tetap hidup selama menjalankan eksperimennya. Sayang sekali bahwa dia tidak memiliki televisi untuk membuat percobaanya aman. Tentu saja, jika dia memiliki televisi, bisa jadi dia akan menonton televisi daripada membersihkan truk-nya... maksud saya melakukan percobaannya. Tambahkan sebagai favorit (64) | Kutip artikel ini di web site anda | Views: 2067
|