Jum'at, 12 Maret 2010, 04:45:03 WIB

HomeBursa EventBursa ProductsBursa InfoBursa OpiniContact UsAbout Us
Home arrow Bursa Opini
Member
Cerita Silat
Profil Anda
Private Message (PM)
Daftar Member
Promosi Bursa Products
Kirim Artikel
Body Mass Index (BMI)
Games
Terms of Service
Saran untuk member
Artikel Terbaru
Populer
Bursa Opini
Welcome, Guest
Please Login or Register.    Lost Password?
Malaysia Salahkan Discovery Channel; Kok gampang sekali? (1 viewing) (1) Guest
Mewujudkan Impian Indonesia Makmur
Go to bottom Post Reply Favoured: 0
TOPIC: Malaysia Salahkan Discovery Channel; Kok gampang sekali?
#220
Indra (User)
Senior Boarder
Posts: 69
graph
User Offline Click here to see the profile of this user
Tari Pendet in Enigmatic Malaysia; Indonesia culture in Malaysia tourism promotion 6 Months, 2 Weeks ago Karma: 5  
This is my way to express frustration to the fact that Malaysia can walk away unharmed amid their persistent effort to declare Indonesia culture/heritage as Malaysia culture/heritage.

In fact, by promoting Indonesia culture in Malaysia tourism promotion, actually Malaysia is lying to the World.
The tourists, who come to Malaysia because of the promotion, are actually being scammed; They are coming for the exhibit in the promotion but in fact they get fake ones.
Hopefully, one day, there are some strong-hearted tourists, who will lay a legal action against such scam.
 
Report to moderator   Logged Logged  
  The administrator has disabled public write access.
#226
Indra (User)
Senior Boarder
Posts: 69
graph
User Offline Click here to see the profile of this user
Malaysia Salahkan Discovery Channel; Kok gampang sekali? 6 Months, 1 Week ago Karma: 5  
Berita yang saya baca di Kompas kemarin membuat kening saya berkerut: "Menteri Kebudayaan Malaysia Rais Yatim, Jumat (4/9), mengatakan, kesalahan telah dilakukan oleh Discovery Channel..."

Pertanyaan saya: Apakah begitu mudah bagi sebuah negara untuk menyetujui iklan yang mewakili negara tersebut di ajang internasional tanpa pejabat negara tersebut memeriksanya terlebih dahulu?
Baik jawabannya ya atau tidak, mestinya pemetintah Malaysia menjatuhkan sanksi atau hukuman kepada si pihak yang berwenang (dalam hal ini Menteri Kebudayaan Malaysia)
Karena kalau jawabannya ya (iklan tersebut tidak diperiksa lebih dahulu), maka berarti si menteri telah lalai menjalankan tugasnya dalam mengawasi iklan pariwisatanya.
Kalau jawabannya tidak (berarti iklan tersebut memang sudah diperiksa dan disetujui sang menteri), maka berarti si menteri menjalankan sesuatu yang bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintahnya (Malaysia)

Kalau pemerintah Malaysia tidak menjatuhkan hukuman apa pun pada si menteri, maka berarti pemerintah Malaysia membenarkan tindakan si menteri dan itu hanya berarti bahwa pemerintah Malaysia memang berniat melecehkan Indonesia.

Kita tunggu keberanian pemerintah Indonesia untuk meminta pertanggung-jawaban pemerintah Malaysia dalam kasus ini.
Permintaan maaf sudah tidak cukup karena ini adalah kasus kedua, bukan yang pertama.
Harus ada pejabat Malaysia (minimal menteri) yang mendapat hukuman untuk membuktikan bahwa pemerintah Malaysia memang benar-benar tidak berniat melecehkan Indonesia.
 
Report to moderator   Logged Logged  
  The administrator has disabled public write access.
Go to top Post Reply
get the latest posts directly to your desktop

Paling Populer
We have 14 guests online
Bursa Info
Umum
Hoax atau Berita Bohong
Bursa Resto
Bursa Resep
Tip Praktis
Comtronic Corner
Kesehatan
Inspirational
Bermain Sains

 
© 2006 Bursa Internet
Powered by JANOKO.com
Best viewed in 1024x768 or more