Malaysia Salahkan Discovery Channel; Kok gampang sekali? (1 viewing) (1) Guest
Favoured: 0
|
|
|
TOPIC: Malaysia Salahkan Discovery Channel; Kok gampang sekali?
|
Indra (User)
Senior Boarder
Posts: 69
|
|
Tari Pendet in Enigmatic Malaysia; Indonesia culture in Malaysia tourism promotion 6 Months, 3 Weeks ago
|
Karma: 5
|
|
This is my way to express frustration to the fact that Malaysia can walk away unharmed amid their persistent effort to declare Indonesia culture/heritage as Malaysia culture/heritage.
In fact, by promoting Indonesia culture in Malaysia tourism promotion, actually Malaysia is lying to the World.
The tourists, who come to Malaysia because of the promotion, are actually being scammed; They are coming for the exhibit in the promotion but in fact they get fake ones.
Hopefully, one day, there are some strong-hearted tourists, who will lay a legal action against such scam.
|
|
|
|
|
|
|
The administrator has disabled public write access.
|
Indra (User)
Senior Boarder
Posts: 69
|
|
Malaysia Salahkan Discovery Channel; Kok gampang sekali? 6 Months, 2 Weeks ago
|
Karma: 5
|
|
Berita yang saya baca di Kompas kemarin membuat kening saya berkerut: "Menteri Kebudayaan Malaysia Rais Yatim, Jumat (4/9), mengatakan, kesalahan telah dilakukan oleh Discovery Channel..."
Pertanyaan saya: Apakah begitu mudah bagi sebuah negara untuk menyetujui iklan yang mewakili negara tersebut di ajang internasional tanpa pejabat negara tersebut memeriksanya terlebih dahulu?
Baik jawabannya ya atau tidak, mestinya pemetintah Malaysia menjatuhkan sanksi atau hukuman kepada si pihak yang berwenang (dalam hal ini Menteri Kebudayaan Malaysia)
Karena kalau jawabannya ya (iklan tersebut tidak diperiksa lebih dahulu), maka berarti si menteri telah lalai menjalankan tugasnya dalam mengawasi iklan pariwisatanya.
Kalau jawabannya tidak (berarti iklan tersebut memang sudah diperiksa dan disetujui sang menteri), maka berarti si menteri menjalankan sesuatu yang bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintahnya (Malaysia)
Kalau pemerintah Malaysia tidak menjatuhkan hukuman apa pun pada si menteri, maka berarti pemerintah Malaysia membenarkan tindakan si menteri dan itu hanya berarti bahwa pemerintah Malaysia memang berniat melecehkan Indonesia.
Kita tunggu keberanian pemerintah Indonesia untuk meminta pertanggung-jawaban pemerintah Malaysia dalam kasus ini.
Permintaan maaf sudah tidak cukup karena ini adalah kasus kedua, bukan yang pertama.
Harus ada pejabat Malaysia (minimal menteri) yang mendapat hukuman untuk membuktikan bahwa pemerintah Malaysia memang benar-benar tidak berniat melecehkan Indonesia.
|
|
|
|
|
|
|
The administrator has disabled public write access.
|
|
|
|
|