|
Detik.com: Hidayat: Kita Mau Pilih Capres-Cawapres atau Istrinya?
Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid menganggap aneh beredarnya isu istri Boediono Katolik. Menurutnya, Pemilu adalah ajang pemilihan capres-cawapres, bukan istrinya.
"Jika sebagian mempermasalahkan agama dengan cara fitnah yang tidak fair,
kembalilah ke jalan yang benar. Menjadi aneh, kita mau memilih capres-cawapres atau istri capres-cawapres?" ujar Hidayat, saat ditemui wartawan di ruangan kerjanya, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2009).
Menurut Hidayat, seharusnya masyarakat diberikan keleluasaan untuk memilih tanpa dihembuskan isu tidak sedap. Jalan hukum perlu ditegakkan apabila fitnah terus berlanjut.
"Salah satu ketentuan pemilu adalah jurdil, tidak boleh ada fitnah, tidak boleh wacana dikuasai fitnah, hukum harus ditegakkan supaya masyarakat dapat memilih dengan cermat, sehingga terpilih pemimpin yang legitimate," kata Hidayat.
Terlebih, Hidayat menambahkan, isu agama sudah berkembang jauh hari sebelum
Pilpres. SBY dan Boediono disebutnya sebagai sebagian dari sasaran isu tersebut.
"Tahun 2004 Bu Ani dituduh (beragama) Kristiani. Sebelum Bu Boediono, yang dituduh Katolik Pak Boediono," bebernya.
Hidayat kemudian berseloroh mengapa tidak sekalian anak capres-cawapres saja yang dijadikan isu.
"Kita jangan mengembangkan isu di lingkungan istri. Bagaimana kalau dikembangkan anak-anaknya, capres mana yang anaknya berjilbab? Jawabannya adalah tidak ada," tutur Hidayat sambil tersenyum.
|