|
Beberapa minggu yang lalu saya mendapat email dari seseorang yang bernama Joe Kent. Pada intinya dia memberitahu bahwa dia mempunyai simpanan uang yang ingin diinvestasikan di Indonesia. Kemudian saya juga menerangkan bahwa saya berusaha dalam bidang kuliner, dan saat ini mempunyai satu kafe tenda berthemakan masakan jepang. Dan oleh sdr Joe disambut hangat, dgn dijanjikan akan datang ke Indonesia, utk melihat & mempertimbangkan rencana investasi yang saya tawarkan.
Beberapa minggu kemudian datang lah email yang memberi tahukan bahwa sdr Joe tak dapat hadir, tp dia telah minta tolong kepada iparnya, yang bernama “Maxwell Togba” yang kebetulan datang ke Indonesia untuk menemui saya untuk membicarakan rencana investasi tersebut.
Pada akhirnya saya bertemu dengan Max di hotel Menteng 1, tempat dia tinggal. Didalam kamarnya. Saya diperlihatkan 3 bungkus uang asing (USD) masing2 kurang lebih ada 50 lembar. Dia bilang bahwa ini uang dari kurrir diplomatik Negara dia, sengaja ditandain uangnya karena khawatir dengan adanya tindak kriminal pencurian, perampokan, sehingga jika ada yang merampok tidak akan dapat mengunakan uang tersebut, karena ditandain dengan tinta hitam sehingga tidak layak pakai.
Kemudian dia menunjukkan lagi bahwa oleh orang kedutaan Negara dia, diberikan juga cairan untuk menghapus tanda tinta hitam, sehingga uang tersebut layak pakai. Kemudian Max mempraktekkan cara menghapus tanda tinta hitam tersebut didepan mata saya. Dan benar saja, dia ambil 3 lembar dari tumpukan uang tersebut dan setelah diolesi tinta tersebut, jadilah uang USD 3 lembar. Setelah dicuci & dikeringkan, saya diajak ke money changer utk menukarkan uang tersebut. Sekali lagi benar itu uang USD asli bukan palsu. Setelah itu dia berkata bahwa dia membutuhkan uang Rp 60 juta, untuk mendapatkan cairan tersebut.
Dari situ saya tahu bahwa ini orang ingin menipu. Dia pikir semua orang Indonesia bodoh dan gampang dikibuli. Coba pikirkan lagi.
1. Jika memang itu uang adalah benar adanya. Kenapa dia musti ajak saya untuk menghapus tanda tinta hitam tersebut. Jika saya adalah dia, maka saya cari cairan yang sama dan saya akan hapus sendiri dan uang tersebut akan menjadi milik saya 100%.
2. Jika memang itu uang adalah benar adanya. Masa sih dia akan tinggal di hotel menteng yang harganya Rp 310rb yang sebenarnya adalah cocok utk salesman keliling. Dan bukan tinggal di hotel mulia, sari pan pasifik, atau hotel berbintang lainnya.
3. Max pikir saya orang bodoh? Dia ambil uang dari tumpukan yang telah dia atur, sehingga 3 yang paling atas adalah asli, sedangkan bawahnya? Tentunya hanya kertas foto kopian.
Saran saya.
1. Jangan mudah tergiur…. Jaman susah begini mana ada orang yang bagi2 USD, sinter klas aja Cuma mampu bagi2 maenan, bukan mentahnya.
2. lebih berhati hati dengan orang hitam afrika, karena ada juga orang afrika yang putih. Dan orang hitam tidak selalu dari afrika, orang jawa pun banyak yang hitam manis.
3. kehidupan orang hitam afrika sangatlah keras dinegaranya. Mereka akan melakukan apapun juga untuk mendapatkan uang. Jika dia akan mendapat uang dari menjual neneknya. Maka jangan heran jika dia jual neneknya demi uang.
4. biarlah ini menjadi pengalaman bagi saya, dan boleh berbagi kepada rekan2 semua, sehingga jika ada yang menawarkan hal yang mirip, tak perlu mengalaminya.
5. waspadalah... waspadalah... dan berhati hatilah
Salam
|